Anime adalah animasi khas Jepang yang biasanya dicirikan dengan gambar
tokoh yang berwarna-warni dan menampilkan berbagai macam lokasi dan
cerita yang ditujukan pada beragam jenis penonton. Anime dipengaruhi
oleh gaya gambar manga komik khas Jepang. Ternyata ada banyak fakta unik
dibalik yang namanya Anime, seperti :
1. Tokoh utama anime selalu konyol. Ex : Naruto, Sena, Natsu.
2. Rival tokoh utama anime selalu kelihatan cool & kuat, Ex : Sasuke, ulquiorra dkk.
3. Anime Jepang kebanyakan fiksi yg tidak masuk akal, tapi dgn segala penjelasan karakter tokoh smuanya bisa jadi seperti nyata.
4. Anime-anime skarang kebanyakan terpengaruh dari serial anime dragon ball yang telah sukses.
5.
Anime terpopuler saat ini adalah Naruto, sampai-sampai The Rev (R.I.P) drumer
a7x mengikuti style rambut salah satu tokoh rival naruto (sasuke
uchiha).
6. Ikebukuro, kota surganya pencinta anime.
7. Anime tdak slalu menceritakan pertarungan, ada yg jahat atau baik.
Tapi anime juga tontonan keluarga yang menyuguhkan cerita yg lucu-lucu & menarik untuk di tonton. Ex. Bakabon, doraemon, shincan.
8. Tokoh-tokoh anime biasanya punya kemiripan. Walaupun beda judul, tapi selalu saja ada yang mirip. Dari segi karakter maupun mimik muka.
Ex. Hitsugaya (bleach) & Riku (ES21).
9. Age
rating anime Jepang saat ini kebanyakan adalah 13+ dan 15+ bahkan 17+.
Maksudnya adalah, anime saat ini kebanyakan mengandung unsur ecchi
(agak-agak porno) dan violence (kekerasan). Sedangkan LSI (Lembaga
Sensor Indonesia) makin ketat dalam menyensor adegan porno dan
kekerasan. Hal ini membuat animasi Jepang semakin sulit untuk tayang di
Indonesia. Sebagai contoh One Piece yang sudah di cut di Indonesia.

10.Paradigma anime = hanya untuk anak-anak saja. Padahal penggemar anime kebanyakan adalah remaja dan dewasa. Tentu jika stasiun TV masih menganggap bahwa anime hanyalah untuk anak-anak, mereka akan berpikir bahwa anime tidak akan laku di Indonesia karena sekarang kebanyakan anak-anak lebih suka menonton sinetron daripada anime.

10.Paradigma anime = hanya untuk anak-anak saja. Padahal penggemar anime kebanyakan adalah remaja dan dewasa. Tentu jika stasiun TV masih menganggap bahwa anime hanyalah untuk anak-anak, mereka akan berpikir bahwa anime tidak akan laku di Indonesia karena sekarang kebanyakan anak-anak lebih suka menonton sinetron daripada anime.
11.Walaupun
anime tayang di stasiun TV Indonesia, biasanya tidak sampai tamat.
Entah hal apa yang menyebabkan hal ini terjadi. Mungkin pihak akuisisi
tidak mampu membeli full episode dari awal sampai tamat. Jadi mereka
hanya membeli beberapa episode. Kembali lagi, hal ini disebabkan oleh
iklan yang masuk sangat sedikit.
12. Biaya
bertambah justru mengurangi kualitas dan originalitas. jangan lupakan
biaya untuk dubber, dan opening+ending song yang dibuat versi
Indonesianya. Padahal para penggemar anime lebih suka jika tidak di
dubbing suara bahasa Indonesia, mereka menganggap dubbing Indonesia
hanya membuat kualitas anime tersebut menurun dan hilang keasliannya.
Ditambah lagi suara dubber Indonesia tidak mirip dengan suara dubber
Jepangnya, dan juga Dubber Indonesia orangnya itu-itu saja. Para
penggemar anime mungkin lebih suka jika memakai subtitle saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar